23 Desember 2007

Petani pun Bisa Menjadi Ilmuwan

Sindo Edisi Sore: Jum'at, 21/12/2007

MEWUJUDKAN visi Gorontalo sebagai provinsi inovatif tentu tidak bisa dilaksanakan tanpa dukungan masyarakat. Untuk menumbuhkan inovasi masyarakat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo memberikan anugerah Fadel Muhammad Inovation Award. Ini merupakan terobosan baru di Indonesia karena ada pemerintah daerah (pemda) mau mendorong berkembangnya semangat berinovasi pada masyarakat.

Hasilnya, melalui kongres inovasi Gorontalo untuk Indonesia yang diselenggarakan Universitas Negeri Gorontalo melalui prakarsa Salemba Studi Group (SSG) pada 19 Desember 2007,diterima 55 karya ilmiah dari masyarakat.Lima di antaranya merupakan karya murni petani masyarakat Gorontalo. Ini menunjukkan bahwa petani pun bisa menjadi ilmuwan. “Saya melihat kreasi-kreasi mereka sangat baik, ada yang menemukan pupuk cair dengan urine.

Melawan hama tanaman dengan hama,dan banyak kreasi mereka,” kata Ketua Panitia Lukman AR Laliyo. Karya ilmiah masyarakat Gorontalo memang unik.Ternyata, karya ilmiah yang dikenal njelimet dan bikin kepala mumet serta konon hanya bisa dilakukan oleh orang berotak brilian, tidak berlaku bagi masyarakat Gorontalo. Semua orang bisa berinovasi dan melakukan penelitian, termasuk petani yang sehari-harinya hanya bergaul dengan sawah dan tanaman. Melihat fenomena ini, Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman mengaku sangat bangga.

Ternyata semangat penelitian berkobar hingga di masyarakat bawah Gorontalo.Menurut dia,inovasi tidak hanya dilakukan oleh pengambil kebijakan, namun juga mendorongnya dengan rekonstruksi sosial teknologi di antaranya oleh petani. “Saya senang sekali melihat animo masyarakat terhadap digaungkannya inovasi ini.Namun, saya juga mengingatkan bahwa teknologi dan inovasi tidak boleh melupakan kearifan lokal. Sebab, kearifan lokal itu memiliki makna yang dalam tentang keberlanjutan keseimbangan alam sehingga bisa dinikmati oleh anak cucu kita,” paparnya.

Memang tidak perlu dilihat dari nilai nominal penghargaannya, sebab kenyataannya juara I hanya beroleh piala dan uang penghargaan Rp5 juta.Namun,semangat untuk menumbuhkan budaya inovasi di masyarakat merupakan upaya yang layak dihargai,bahkan diacungi jempol karena pertama kali dilakukan pemda di Indonesia. Beberapa karya peserta yang beroleh penghargaan di antaranya, Peningkatan Pertumbuhan Gonad Ikan Nila Melalui Teknik Pemotongan Sirip Ekor oleh Margareta Solang dan kawan-kawan beroleh juara I. Kemudian,Kerupuk Nike karya Larasati Sukmadewi dan kawankawan siswi kelas III MAN Cendekia beroleh juara II, serta Teknologi Pemanfaatan Limbah Tongkol Jagung Sebagai Bahan Baku PembuatanArangAktif beroleh karya Ishak Isa pengaja di Universitas Negeri Gorontalo sebagai juara III.(abdul malik)

Tidak ada komentar: